Love bring us the feeling of yearning

Wanita Muslimah

Wahai Saudariku….! Sesungguhnya alam semesta ini menghadap Allah Subhanahu Wata’ala sambil bertasbih dan sujud kepada-Nya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:Tidak ada satu pun (makhluk), kecuali bertasbih dan memuji kepada-Nya. (QS. Al Isra’ 17: 44). Semua makhluk yang diciptakan Allah berdiri, tunduk dan patuh kepada-Nya. Akan tetapi manusia sebagai makhluk yang hina dina yang diciptakan dari setetes mani, kiranya dialah pembangkang. Betapa banyak dia diperintah untuk bertaubat, namun ia tak melakukannya… Berapa kali dia dinasehakan untuk kembali, akan tetapi dia justru lari dari Rabb-nya… Berapa banyak dia diperingatkan untuk berdamai, akan tetapi dia memalingkan wajah sambil berlalu dengan kesombongannya…

Saudariku….! Sesungguhnya syaithan senantiasa berusaha untuk menjatuhkan manusia ke dalam jurang kemaksiatan, sementara manusia selalu tunduk di bawah perintah nafsu dan syahwatnya. Jika sekiranya engkau melihat pada dirimu kecendenderungan untuk melakukan maksiat, maka berhentilah sejenak sebelum engkau melakukan maksiat itu, maka senantiasalah mengingat dunia dengan segala kehinaan, ketidaksetiaan, kekejaman, dan cepat berlalunya.

Ingatlah akan penghuni dan pecinta dunia yang bergelimpangan mabuk di sekitarnya. Dunia telah menyiksa mereka dengan berbagai penderitaan serta merasakan kepada mereka betapa perihnya kehidupan, hingga tangisan mengalahkan tawa, duka telah mengubur kebahagiaan mereka. Saudaraku….! Sebelum engkau melakukan maksiat kepada Allah…. Terbayangkah olehmu gejolak api neraka yang sangat panas, sanggupkah engkau menghadapinya….. Ingatlah surga dengan segala nikmat yang kekal abadi yang Allah peruntukkan bagi penghuninya, kenikmatan yang tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak terdetik oleh hati. Ingatlah berapa tahun engkau akan hidup di dunia ini…60, 80, 100, atau 1000 tahun, kemudian….apa….?(jawabnya adalah) KEMATIAN !!!

Saudariku….! Mungkin Malaikat Maut pada saat ini tidak mencabut nyawamu. Akan tetapi yakinlah, bahwa engkau hanya menunggu giliran saja; apakah beberapa tahun, bulan, hari, atau beberapa detik kemudian engkau dikubur dalam kesendirian…… Ingatlah tatkala hari kiamat, pada hari pertanggungjawabanmu di hadapan Allah ‘Azza Wajalla, ketika hati telah dipenuhi ketakutan, saat engkau telah berlepas diri dari anak, ibu, ayah, dan saudara-saudaramu ….dan tatkala diletakkannya timbangan dan beterbangannya shahifah…. Berapa banyak kesalahan yang sudah tertulilis di dalamnya… Berapa banyak kekurangan dalam amalmu… Ingatlah tatkala engkau berdiri di hadapan Allah Maha Pencipta, yang selam ini engkau lari dari-Nya! Hari ini…! Dengan lidah yang engkau bisa berdalih kepada-Nya …

Kembalilah engkau kepada Rabb-mu dan takutlah akan api neraka, di hadapanmu akan engkau temukan kejadian-kejadian yang sangat menakutkan dan perkara-perkara yang sangat menyulitkan, di depanmu ada neraka Jahim dan azab yang sangat pedih. Demi Allah, tidak akan bermanfaat bagimu musik dan nyanyian…, tidak akan bermanfaat untukmu keluarga dan keturunan…, tidak ada gunanya untukmu sahabat, kerabat, dan handai tholan…, segala bentuk mode dan perhiasan pun tiada berarti… Yang akan menolong dan bermanfaat bagimu hanyalah amal kebaikan setelah engkau meraih rahmat Allah Subhanahu Wata’ala. Sahabatku…., Tidak kutulis risalah ini, kecuali karena ketakutanku akan menjadi gelapnya wajah putihmu di hari akhirat nanti. Tidak kutulis risalah ini, melainkan karena kecemasanku akan tubuh yang lembut ini menjadi kayu bakar neraka,… Karena itu sahabatku, hendaklah engkau sucikan dirimu dengan air taubat dan berwudhu’lah dengan wudhu’ penyerahan diri kepada Allah ‘Azza Wajalla. Ketauhilah olehmu bahwa dunia ini laksana bayangan yang segera akan sirna, sementara akhirat adalah negeri kebahagaiaan atau penderitaan berkepanjangan yang abadi. Untuk itu pastikanlah bahwa dirimu tidak akan menyesal pada saat pengadilan yang Maha Kuasa. Beramal dan berusahalah agar engkau mendapatkan kebahagiaan di bawah lindungan Allah ‘Azza Wajalla. Sekali-kali janganlah engkau ragu untuk membangun rumah akhiratmu. Semoga Allah akan mempertemukan kita di surga-Nya Insya Allah.

Intisari dari Kitab: “Ya Ukhtahu Qify”, penerbit Darul Qasim Riyadh. Diambil dari buletin An-Nashihah Edisi Perdana Oktober 2000, diterbitkan oleh Yayasan Al ‘Ubudiyyah Pekanbaru. Dikutip ulang untuk situs Jilbab-online oleh : Ummu Abdillah (Hail,KSA)

Saudariku Muslimah…

Saudariku Muslimah…

Sesungguhnya seluruh alam ini, baik yang besar maupun yang kecil dan yang ada di dalamnya semua menuju kepada Allah ’azza wajalla, bertasbih kepadaNya (menyucikanNya), mengagungkanNya dan bersujud kepadaNya. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala:
“Dan tidak ada sesuatupun kecuali dia bertasbih kepada Allah dengan memujiNya” (QS:Al-Isra’44)
Sesungguhnya semua makhluk yang telah diciptakan oleh Allah akan berhenti, menundukkan kepalanya, merendahkan diri kepada Allah, mengakui karunia yang dilimpahkan kepadanya.

Akan tetapi… masih banyak tersisa di alam ini makhluk yang kecil lagi rendah, diciptakan dari setetes mani, tapi tiba-tiba ia menjadi musuh. Ia berjalan di suatu lembah, sedang alam seluruhnya berada di lembah lain. Dia tidak menta’ati Allah, tidak tunduk kepadaNya dan tidak bertasbih kepadaNya, walaupun semua makhluk yang ada di sekitarnya tekun berdzikir dan bertasbih kepada Allah. Sesungguhnya makhluk ini adalah manusia yang bermaksiat kepada Allah. Padahal Allah adalah Maha Besar, alangkah rendah dan hinanya dia ketika menyendiri di alam yang teratur ini.

Saudariku Muslimah…

Sesungguhnya syetan selalu berusaha menyesatkan manusia dan menghancurkannya dengan berbagai cara, diantaranya menghiasi kemaksiatan dengan keindahan serta mengajak manusia untuk melakukan kemaksiatan tersebut agar ia mendapat murka Allah.

Semua manusia kehendaknya lemah dalam menghadapi keinginan buruknya dan nafsu syahwatnya. Jika engkau melihat ada kelemahan dan kecondongan dirimu untuk melakukan maksiat, maka berhentilah sebentar sebelum engkau bermaksiat kepada Allah. Dan fikirkanlah tentang dunia ini dengan segala kerendahannya, sedikit kenyataannya, banyak sia-sianya dan cepat berakhirnya. Fikirkanlah tentang para penghuni dunia dan keasyikannya, yang mereka dalam keadaan mabuk kepadanya. Sungguh, dunia telah menyiksa mereka dengan berbagai siksaan, memberikan mereka minuman yang pahit, dan dunia telah menjadikan mereka sedikit tertawa dan banyak menangis.

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah, engkau harus fikirkan tentang akhirat. Kekalnya dan bahwa akhirat adalah kehidupan yang hakiki, negeri abadi, tempat berhentinya bepergian dan akhir perjalanan.

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah, engkau harus fikirkan tentang neraka, bahan bakarnya, perapiannya, kedalaman dasarnya, kedahsyatan panasnya, dan besarnya adzab penghuninya. Engkau juga harus fikirkan tentang penghuninya, yang berada dalam kepanasan yang sangat, diseret di atas wajah-wajah mereka, dan di neraka mereka seperti kayu bakar yang dinyalakan.

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah, fikirkanlah syurga dan segala yang telah Allah janjikan untuk orang-orang yang ta’at, yang belum pernah terlihat mata, terdengar oleh telinga, dan juga belum terlintas di hati manusia. Berupa kenikmatan abadi lagi mencukupi dan dengan berbagai puncak kenikmatan berupa makanan, minuman, pakaian, gambar-gambar, kebahagiaan dan kegembiraan. Tidak akan menyepelekan syurga kecuali manusia yang merugi.

Saudariku Muslimah…

Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah, ingatlah berapa lama engkau akan hidup di dunia ini? 60 tahun, 80 tahun, 100 tahun atau 1000 tahun? Kemudian kematian. Setelah itu surga kenikmatan atau neraka jahim, kita mohon perlindungan kepada Allah.

Ukhti Muslimah…yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa malaikat maut selain menuju orang lain, maka ia juga berjalan menuju kepadamu. Tidaklah kematian itu melainkan tinggal beberapa tahun lagi, atau beberapa hari saja, atau bahkan beberapa saat lagi ! Kemudian engkau akan sendirian di alam kuburmu. Tidak ada harta…tidak ada teman. Karenanya… fikirkanlah kegelapan kubur, kesendiriannya, kesempitannya, kengeriannya, kedahsyatannya, awal kedatangannya serta keras himpitannya.

Ingatlah hari kiamat, pada hari ditampakkan semua amalan kepada Allah. Ketika hati dipenuhi rasa takut, ketika engkau terpisah dari anakmu, ibumu, ayahmu, suamimu dan saudaramu. Ingatlah segala kejadian itu beserta kedahsyatannya. Ingatlah pada hari diletakkannya mizan dan lembaran-lembaran catatan amal beterbangan. Berapa banyak kesalahan, berapa banyak cacat dalam buku amalmu.

Pikirkanlah seolah-olah engkau berdiri di hadapan dzat yang Maha Kuasa, yang Maha Besar, yang Maha Menjelaskan segala sesuatu menurut hakekat sebenarnya. Yang engkau lari dariNya, padahal Dia memanggilmu, tetapi engkau berpaling dariNya.

Pikirkan…engkau berdiri sedangkan lembaran catatan amal di tanganmu tidak meninggalkan segala dosa dan pahala yang kecil dan besar kecuali telah dihitung. Karenanya dengan telapak kaki yang mana engkau mampu berdiri di hadapanNya? Dengan mata mana engkau sanggup melihatNya? Dan dengan hati yang mana engkau menjawab ketika disodorkan pertanyaan kepadamu: “Hambaku, engkau telah meremehkan pengawasanKu terhadapmu? Bukankah Aku telah berbuat baik kepadamu? Bukankah aku telah memberikan kenikmatan? Tapi mengapa kau bermaksiat kepadaku padahal Aku telah memberimu kenikmatan.?”

Saudariku Muslimah…

Di sana masih ada para wanita yang berkeyakinan bahwa mereka diciptakan tanpa ada hikmah dan mereka dibiarkan begitu saja. Sehingga kehidupan mereka hanya sia-sia dan permainan, pandangan mereka terselungi oleh sesuatu, di telinga mereka ada sumbat dari mendengarkan petunjuk, mata hati mereka buta, hati mereka terbalik, mata mereka tertutup dan hati mereka dibutakan. Engkau dapati di majlis-majlis mereka segala macam kemungkaran, dan engkau tidak akan mendapati Al-Qur’an dan dzikrullah.

Mereka lari dari Allah, padahal mereka di hadapan Allah adalah budak-budakNya dan mereka berada dalam genggamanNya. Allah menyeru mereka tetapi mereka tidak mau memenuhi seruanNya. Bahkan mereka penuhi seruan setan, seruan keinginan buruk mereka dan seruan hawa nafsu mereka. Bagaimana mungkin mereka penuhi ajakan setan sedang mereka meninggalkan seruan Allah? Firman Allah:

“Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada”. (QS. Al-Hajj:46)

Keburukan apa yang telah Allah berikan kepada mereka, hingga mereka bermaksiat kepada Allah dan tidak mau mentaatiNya?

“Apakah mereka merasa aman dari tipudaya Allah. Tidak akan merasa aman dari tipu daya Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (Al-A’raf:99)

Maka saudariku muslimah, hendaklah engkau berhati-hati. Jangan sampai menjadi seperti wanita-wanita tersebut. Menjauhlah engkau dari mereka, dan beramallah sesuai dengan tujuan engkau diciptakan.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu” (Ad-Dzariyat:56)

2 Tanggapan

  1. Subhanallah, maha suci Allah dengan segala ciptaanNya.-

    24 Agustus 2011 pukul 2:20 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.