Arsip Kategori: JIN
mahluk Halus
TEMPAT YANG DI SUKAI JIN
TEMPAT YANG DI SUKAI JIN
Sebelum ini, telah di kemukakan bagaimana para ulama memahami dari teks-teks keagamaan bahwa Jin dapat hidup di bumi atau di langit. Dalam rincian lebih lanjut, di temukan riwayat-riwayat yang mengisayaratkan tempat-tempat yang mereka sukai. Toilet adalah salah satu tempat yang di sukai Jin. Karena itu, Nabi saw. Menganjurkan agar tiap orang yang akan memasukinya mohon perlindungan Allah dengan membaca : “Allahumma inni a’udzu bika min al-khubutsi wa al-khaba’its (Ya Allah, aku memohon perlindungan dari gangguan jin pria dan jin wanita)” selain di toilet jin juga suka di pegunungan, lautan, pasar, dan atap rumah juga di sebut-sebut dalam berbagai riwayat tempat-tempat yang di sukai jin. Ibn Taimiyah menulis bahwa jin banyak berada di tempat-tempat kumuh, yang di dalamnya terdapat najis, seperti tempat-tempat pembuangan sampah dan kuburan.
Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim melalui Jabir Ibn ‘Abdillah, bahwa Nabi saw, bersabda:
“singgahsana iblis berada di atas laut. Dia mengutus pasukannya untuk menggoda manusia. Yang paling mulia di antara mereka (di sisi Iblis) adalah yang paling mampu menjrumuskan. Satu jin datang melapor dan berkata : ‘saya telah melakukan ini dan itu .’ lalu, iblis berkata kepadanya: ‘Engkau belum melakukan apa-apa .’ Kemudian datang yang lain dan berkata : ‘Aku tidak meninggalkan si Anu, kecuali setelah kupisahkan dia dari pasangannya.’ Maka, ia di dekatkan oleh iblis ke sisinya dan berkata: ‘Engkau yang terbaik, engkau yang terbaik.’”
“singgahsana iblis berada di atas laut” di pahami oleh orang sementara bahwa yang di maksud adalah “Segi tiga Bermuda” di Samudra Atlantik yang juga di namai “Segi tiga Setan” karena disana telah terjadi sekian banyak peristiwa misterius.
Ketika tidak dapat membenarkan –atas nama agama—bahwa tempat tersebut atau lainnya adalah tempat markas besar iblis, bukan saja karena pakar dapat berbeda pendapat tentang nilai hadis-hadis di atas atau , kalupun di nilai shahih, interpretasinya dapat bermacam-macam. Tetapi, lebih lebih lagi, karena teks-teks ke agamaan tidak menunjuk secara tersurat atau tersirat tentang markas besar iblis, apalagi di mana tepatnya tempat itu.
Jin dalam AL-Qur’an
Dalam nalar manusia moderen, perbincangan mengenai Jin, Setan, Malaikat di anggap sebagai omong kosong. ini bisa di pahami karna keberadaan mahluk Halus dan tak terlihat ini tidak terditeksi oleh metologi ke ilmuan mereka yang populer di sebut metologi ilmiah. Karena tidak terditeksi, maka wujud-wujud tersembunyi itu di anggap tidak ada, dan perbincangan tentangnya di anggap omong kosong belaka. Padahal sesuatu atau wujud yang tidak tertangkap secara indrawi dan rasional bukan berarti wujud itu tidak ada.
Al-Qur’an menginformasikan bahwa Jin, setan, dan malaikat merupakan mahluk ciptaan Allah, bahkan di ciptakan lebih dulu dari pada manusia. Jadi persoalannya, bukan pada ada atau tidaknya wujud mahluk-mahluk tersebut, tetapi lebih pada bagai mana kita menyikapi keberadaan mereka dengan cara yang benar.